Radio Songgolangit | Kebanggaan Ponorogo

TIGA BUAH PUSAKA PENINGGALAN BATORO KATONG DIARAK DALAM PROSESI BEDHOL PUSAKA MENUJU KOTA LAMA

PONOROGO-Tembang Jawa Singgah-singgah mengiringi prosesi Bedhol Pusaka Ponorogo dalam rangka menyambut malam satu Suro di teras Pringgitan pada Jumat (30/08/2019) malam. Bedhol Pusaka ini merupakan prosesi pengambilan tiga buah pusaka Ponorogo berupa Songsong Payung Tunggul Wulung, Tombak Tunggul Nogo dan Sabuk Angkin Cindhe Puspito.

Suasana sakral dan hening terasa pada malam Jumat Pon  itu dengan semerbak harum bunga melati dan aroma dupa. Ratusan pasukan bergodo memakai pakaian serba hitam berjalan kaki mengarak ketiga pusaka dari Gedhong Pusoko di Pringgitan menuju Makam Bathoro Katong. Lampu padam di setiap jalan yang dilewati, dengan penerangan ublik di kanan-kiri jalan menambah suasana  sakral prosesi Bedhol Pusaka itu.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlishoni mengatakan Bedhol pusaka ini berkisah tentang sejarah bahwa dahulu kabupaten atau pusat pemerintahan ini berdiri di timur atau yang sekarang disebut Kadipaten. Menurutnya pada pemerintahan Bupati Ponorogo ke-13, Hadimertonegoro memindahkan pusat pemerintahan Ponorogo ini ke kota tengah pada tahun 1837 .

Menurutnya Bedhol Pusaka juga sebagai peringatan hari Jadi Ponorogo, sehingga ada prosesi pelepasam pusaka yang ada di gedhong pusaka ini diarak ke timur (kota lama). Menurut Ipong ini adalah suatu edukasi kepada masyarakat bahwa Ponorogo telah melewati sejarah yang panjang dari yang awalnya disebut bumi Wengker menjadi sebuah kabupaten yang bernama Ponorogo.

Ketiga unit pusaka akan dikembalikan ke Gedhong Pusaka dengan arakan kirab Pusaka pada Sabtu sore, 31/08/2019).

Bupati jiga berharap dengan datangnya tahun baru Islam ini masyarakat Ponorogo seluruhnya akan jauh lebih baik rejekinya dan kesehatannya serta senantiasa berbahagia.(ai)