Radio Songgolangit | Kebanggaan Ponorogo

Badan Pusat Statistik (BPS) Mengidentifkasi Inflasi Berpotensi Terjadi Saat Ramadan dan Lebaran

Badan Pusat Statistik (BPS) mengidentifkasi inflasi berpotensi terjadi saat Ramadan dan Lebaran Mei dan Juni nanti di Kota Madiun, Jawa Timur. Oleh sebab itu, BPS mengingatkan para pemangku kepentingan untuk mengambil langkah guna mengendalikan inflasi.

Kepala BPS Kota Madiun, Umar Syaifuddin mengatakan agenda tahunan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Untuk itu, pengendalian harga di pasaran menjadi hal penting yang harus dilakukan agar inflasi tidak naik secara signifikan atau sebaliknya turun secara signifikan.

Umar Syaifuddin menjelaskan menjaga stok bahan makanan di pasaran juga perlu diawasi agar tetap aman sehingga masyarakat bisa membeli dan mengonsumsi makanan dengan mudah. Atas kondisi tersebut, kalau pemda tidak bisa mengimbangi permintaan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, otomatis secara alami akan ada kenaikan harga.

Kelompok pengeluaran yang perlu diantisipasi pada Mei dan Juni di antaranya adalah sandang dan pangan. Baik pangan berupa bahan makanan maupun makanan yang sudah jadi. Selain itu juga kelompok transportasi.
Untuk itu, pihaknya ingin Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Madiun bertindak maksimal dengan memantau fluktuasi harga di pasaran setiap hari, menggelar operasi pasar, dan lainnya.

Sesuai data, pada Maret 2019, Kota Madiun mengalami inflasi sebesar 0,14 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 132,59. Laju inflasi tersebut di bawah inflasi Jawa Timur yang mencapai 0,16 persen dan di atas inflasi nasional sebesar 0,11 persen.(pw/madiunpos)